DINAMIKA GREEN CONSCIOUSNESS: IMPLIKASINYA TERHADAP EMOTIONAL ATTACHMENT DAN CUSTOMER LOYALTY
Buku Dinamika Green Consciousness: Implikasinya terhadap Emotional Attachment dan Customer Loyalty membahas secara komprehensif perkembangan green consciousness dan perannya dalam membentuk hubungan konsumen dengan merek. Pembahasan mencakup konsep dasar green consciousness, green consumer behavior, green marketing, serta teori-teori yang menjelaskan perilaku konsumen berwawasan lingkungan.Buku ini secara khusus menguraikan bagaimana kesadaran lingkungan dapat berkembang menjadi emotional attachment, yaitu keterikatan emosional konsumen terhadap merek yang dianggap memiliki nilai dan kepedulian lingkungan yang sejalan dengan dirinya. Selain itu, dibahas pula peran green trust dan green satisfaction dalam memperkuat hubungan konsumen dengan merek serta mendorong terbentuknya customer loyalty. Loyalitas dalam konteks konsumen hijau tidak hanya diwujudkan melalui pembelian ulang, tetapi juga melalui rekomendasi, positive word of mouth, dan advocacy behavior. Sebaliknya, praktik greenwashing, kurangnya transparansi, dan ketidaksesuaian antara klaim dan tindakan perusahaan dapat menurunkan kepercayaan serta loyalitas konsumen.
Sinopsis
Buku Dinamika Green Consciousness: Implikasinya terhadap Emotional Attachment dan Customer Loyalty membahas secara komprehensif perkembangan green consciousness dan perannya dalam membentuk hubungan konsumen dengan merek. Pembahasan mencakup konsep dasar green consciousness, green consumer behavior, green marketing, serta teori-teori yang menjelaskan perilaku konsumen berwawasan lingkungan.Buku ini secara khusus menguraikan bagaimana kesadaran lingkungan dapat berkembang menjadi emotional attachment, yaitu keterikatan emosional konsumen terhadap merek yang dianggap memiliki nilai dan kepedulian lingkungan yang sejalan dengan dirinya. Selain itu, dibahas pula peran green trust dan green satisfaction dalam memperkuat hubungan konsumen dengan merek serta mendorong terbentuknya customer loyalty. Loyalitas dalam konteks konsumen hijau tidak hanya diwujudkan melalui pembelian ulang, tetapi juga melalui rekomendasi, positive word of mouth, dan advocacy behavior. Sebaliknya, praktik greenwashing, kurangnya transparansi, dan ketidaksesuaian antara klaim dan tindakan perusahaan dapat menurunkan kepercayaan serta loyalitas konsumen.