SINERGISITAS UNSUR MASYARAKAT DAN PEMERINTAH LOKAL DI KELURAHAN AIR TAWAR BARAT KOTA PADANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS WARGA MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI

Main Article Content

Rafki Imani
Utami Dewi Arman
Afrilda Sari

Abstract

Kota Padang merupakan wilayah yang rentan terhadap ancaman bencana gempa dan tsunami. Bencana gempa yang  mampu menimbulkan risiko tsunami tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Kondisi ini menuntut semua lapisan masyarakat harus memiliki pengetahuan terhadap kemungkinan bencana itu, agar memiliki kapasitas menghadapi ancaman gempa-tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sinergisitas warga dan pemerintah lokal untuk meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi ancaman gempa dan tsunami di Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan berdasarkan wawancara mendalam dengan responden dan penyebaran kuesioner tentang pengetahuan bahaya gempa dan tsunami. Data Sekunder dikumpulkan dari data-data yang ada di kantor kelurahan dan kelompok KSB, dari buku-buku dan jurnal terkait serta dari internet. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sebagian besar warga telah memiliki kapasitas terhadap ancaman tsunami, namun belum mampu menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah lokal yang ada di lokasi penelitian. Berdasarkan hal ini perlu ditingkatkan komunikasi dan koordinasi yang baik dan lancar antara warga dan instansi lokal di sana

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Imani, R., Arman, U., & Sari, A. (2020). SINERGISITAS UNSUR MASYARAKAT DAN PEMERINTAH LOKAL DI KELURAHAN AIR TAWAR BARAT KOTA PADANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS WARGA MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI. Jurnal KomtekInfo, 7(4), 278-284. Retrieved from http://lppm.upiyptk.ac.id/ojsupi/index.php/KOMTEKINFO/article/view/1595
Section
Sistem Informasi Geografis
Abstract viewed = 11 times
PDF downloaded = 11 times

References

[1] J. Aridianto, D. Rohmat, and I. Setiawan, “The Arrangement of Model Instrument (Tentative) for Campus Evaluation with Earthquake and Tsunami Disaster Mitigation Insight,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1387, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1387/1/012055.
[2] M. A. Marfai, A. Cahyadi, H. Fatchurohman, F. S. C. Rosaji, and Y. A. Wibowo, “Tsunami preparedness and environmental vulnerability analysis in Kukup Beach, Gunungkidul, Indonesia,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 256, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1755-1315/256/1/012025.
[3] R. Imani, U. D. Arman, and W. Boy, “Correlation between type of ground-based on b-value and the impact on buildings due to Sumatra earthquakes,” MATEC Web Conf., vol. 02013, no. 229, 2018.
[4] J. C. Borrero, R. Weiss, E. A. Okal, R. Hidayat, D. Arcas, and V. V Titov, “The tsunami of 2007 September 12 , Bengkulu province , Sumatra , Indonesia : post-tsunami field survey and numerical modelling,” Geophys. J. Int, vol. 5, pp. 180–194, 2009, doi: 10.1111/j.1365-246X.2008.04058.x.
[5] D. Mardiatno, M. N. Malawani, D. N. Annisa, and D. Wacano, “Review on tsunami risk reduction in Indonesia based on coastal and settlement typology,” Indones. J. Geogr., vol. 49, no. 2, pp. 186–194, 2017, doi: 10.22146/ijg.28406.
[6] A. M. Nur, "Gempa Bumi, Tsunami dan Mitigasinya," Jurnal Geografi” vol. 7, no. 1, 2010.
[7] K. Sieh, P. Daly, E. E. McKinnon, J. E. Pilarczyk, H.Chiang, B. Horton, C. M. Rubin, C. Shen, N. Ismail, C. H. Vane, and R. M. Feener, “Penultimate Predesessors of The 2004 Indian Ocean Tsunami in Aceh, Sumatra: Stratigraphic, Archeological, and Historical Evidence ,” J. Geophys. Res. Solid Earth, pp. 3782–3803, 2016, doi: 10.1002/2015JB012608.Received.
[8] F. Imamura, A. Muhari, E. Mas, M. H. Pradono, J. Post, and M. Sugimoto, “Tsunami disaster mitigation by integrating comprehensive countermeasures in Padang city, Indonesia,” J. Disaster Res., vol. 7, no. 1, pp. 48–64, 2012.
[9] Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 "Tentang Penanggulangan Bencana,” 2007.
[10] B. U. Isna, Madlazim, E. Hariyono, and N. Suprapto, “Development of OrSAEv Model Learning Materials to Strengthen the Characters of Tsunami Disaster Mitigation for Middle School Students (Preliminary Study),” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1417, no. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1417/1/012082.
[11] K. Anam and A. Mutholib, “Kesiapan Institusi Lokal dalam Menghadapi Bencana Tsunami : Studi Kasus Kelurahan Air Manis dan Kelurahan Purus , Kota Padang,”Jurnal Wilayah dan Lingkungan," vol. 6, no. April, pp. 15–29, 2018, doi: 10.14710/jwl.6.1.15-29.
[12] M. Bilal Habibie and S. Sjafei, “Mitigasi Bencana Tsunami Melalui Pariwisata (Studi Kasus di Situs Tsunami Kapal PLTD Apung Banda Aceh),” Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA) Pascasarj. Univ. Syiah Kuala, vol. 6, no. 2, p. 36, 2017.
[13] M. Hasan, M. M. Hasan, and B. J. Santosa, “Analisa Pola Bidang Sesar Pada Zona Subduksi di Wilayah Sumatera Barat dari Event Gempa Pada Tahun 2013,” J. Sains dan Seni ITS, vol. 3, no. 1, pp. B11–B14, 2014, doi: 10.12962/j23373520.v3i1.5717.
[14] Z. Alhadi and S. Sasmita, "Kesiapsiagaan Masyarakat Kota Padang dalam Menghadapi Resiko Bencana Gempa dan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kesiapsiagaan Terhadap Resiko Bencana)," Jurnal Humanus, vol. XIII, no. 2, pp. 168-179, 2014.